Rexona, Setia Setiap Saat?
Produk deodoran ber-tagline "setia setiap saat" ini sebenernya bukan barang baru. Sejak aku belum sekolah juga udah ada. Malah, menurut website ini, Rexona pertama kali diciptakan tahun 1908 oleh pasangan ahli farmasi dari Australia. Seingetku nih, dulu kemasannya berbentuk tabung kecil dengan tutup antara lain warna pink dan hijau muda. Kalo dibuka, ujungnya berbentuk seperti kubah transparan. Menurutku, enggak ada manis-manisnya.
Aku yang pada dasarnya enggak suka kosmetik dan tetek bengek perawatan tubuh pun enggak pernah tertarik dengan produk yang konon bisa menjaga ketek tetep kering sepanjang hari ini. Apa iya sih?

Ternyata, sampe era 2000-an, Rexona masih eksis. Makin gencar malah promosinya di berbagai media. Tetep keukeuh dengan janji membebaskan diri dari basah ketek. Produknya juga berkembang, dari yang buat anak-anak baru gede, wanita dewasa, sampe buat cowok.
Kemarin pagi, pas nonton acara musik di tipi, aku dan tetangga sebelah kembali memperbincangkan masalah Rexona. Pemicunya, model video klip yang kami tonton itu adalah duta produk Rexona, yang di acara apa pun selalu pake baju you can see. Paling gak salah satu keteknya pasti keliatan. Aku menduga itu terkait dengan kontrak kerjanya bareng Rexona.
Trus, tetangga sebelah nanyain, apa aku dah jadi beli produk deodoran ini. Sebelumnya kami emang pernah terlibat perbincangan ga penting soal ini. Sebagai pemakai setia, dia banyak cerita tentang kelebihan produk ini, bla-bla-bla…. Tak lupa, dia ngasih saran agar aku beli produk yang mana.
Jadilah, hari ini, 20 Mei 2010, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, saat Rexona udah berumur lebih dari satu abad, untuk pertama kalinya aku beli Rexona, tepatnya Rexona Shower Clean. Apakah dia akan setia setiap saat? Itu masih butuh pembuktian. Soalnya, saat nulis blog ini, aku baru memakainya sekitar dua jam dan untuk beberapa jam ke depan bakalan nangkring di ruangan ber-AC.... :))
Foto ilustrasi diambil dari http://shopaholicvoices.blogspot.com/
Produk deodoran ber-tagline "setia setiap saat" ini sebenernya bukan barang baru. Sejak aku belum sekolah juga udah ada. Malah, menurut website ini, Rexona pertama kali diciptakan tahun 1908 oleh pasangan ahli farmasi dari Australia. Seingetku nih, dulu kemasannya berbentuk tabung kecil dengan tutup antara lain warna pink dan hijau muda. Kalo dibuka, ujungnya berbentuk seperti kubah transparan. Menurutku, enggak ada manis-manisnya.
Aku yang pada dasarnya enggak suka kosmetik dan tetek bengek perawatan tubuh pun enggak pernah tertarik dengan produk yang konon bisa menjaga ketek tetep kering sepanjang hari ini. Apa iya sih?

Ternyata, sampe era 2000-an, Rexona masih eksis. Makin gencar malah promosinya di berbagai media. Tetep keukeuh dengan janji membebaskan diri dari basah ketek. Produknya juga berkembang, dari yang buat anak-anak baru gede, wanita dewasa, sampe buat cowok.
Kemarin pagi, pas nonton acara musik di tipi, aku dan tetangga sebelah kembali memperbincangkan masalah Rexona. Pemicunya, model video klip yang kami tonton itu adalah duta produk Rexona, yang di acara apa pun selalu pake baju you can see. Paling gak salah satu keteknya pasti keliatan. Aku menduga itu terkait dengan kontrak kerjanya bareng Rexona.
Trus, tetangga sebelah nanyain, apa aku dah jadi beli produk deodoran ini. Sebelumnya kami emang pernah terlibat perbincangan ga penting soal ini. Sebagai pemakai setia, dia banyak cerita tentang kelebihan produk ini, bla-bla-bla…. Tak lupa, dia ngasih saran agar aku beli produk yang mana.
Jadilah, hari ini, 20 Mei 2010, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, saat Rexona udah berumur lebih dari satu abad, untuk pertama kalinya aku beli Rexona, tepatnya Rexona Shower Clean. Apakah dia akan setia setiap saat? Itu masih butuh pembuktian. Soalnya, saat nulis blog ini, aku baru memakainya sekitar dua jam dan untuk beberapa jam ke depan bakalan nangkring di ruangan ber-AC.... :))
Foto ilustrasi diambil dari http://shopaholicvoices.blogspot.com/

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home