Someday…
Aku nulis ini bukannya latah ngikutin tayangan tipi yang masih mengenang sosok Taufik Savalas hingga beberapa hari setelah dia berpulang loh. Meski gak kenal secara personal dengan Taufik Savalas, sebagai salah satu korban tayangan tipi (baca: infotainment), tentu aku sering liat dia berseliweran di layar kaca. Dari situ aku tau, Taufik adalah sosok selebriti yang gak neko-neko. Kuliat kehidupan duniawi dan ukhrawinya cukup seimbang.
Berita kematiannya emang lumayan mengagetkan. Sebagai sosok yang dikenal luas di masyarakat, penghormatan terakhir untuk dia pun datang dari berbagai kalangan. Orang datang melayat silih berganti. Program-program tipi pun ditayangkan untuk mengenang Taufik. Pendeknya, banyak doa yang mengiringi kepergiannya menghadap Yang Mahakuasa. Subhanallah…
Suatu saat, kalo tiba waktuku untuk kembali kepada Sang Khalik, aku juga ingin seperti Taufik. Bukan…bukan dengan kematian kematian tragis tentunya. Nggak juga harus diberitakan di media masaa (emang aku siapa gitu???). Aku hanya ingin pergi dengan untaian doa yang mengiringi. So sweet….
Aku nulis ini bukannya latah ngikutin tayangan tipi yang masih mengenang sosok Taufik Savalas hingga beberapa hari setelah dia berpulang loh. Meski gak kenal secara personal dengan Taufik Savalas, sebagai salah satu korban tayangan tipi (baca: infotainment), tentu aku sering liat dia berseliweran di layar kaca. Dari situ aku tau, Taufik adalah sosok selebriti yang gak neko-neko. Kuliat kehidupan duniawi dan ukhrawinya cukup seimbang.
Berita kematiannya emang lumayan mengagetkan. Sebagai sosok yang dikenal luas di masyarakat, penghormatan terakhir untuk dia pun datang dari berbagai kalangan. Orang datang melayat silih berganti. Program-program tipi pun ditayangkan untuk mengenang Taufik. Pendeknya, banyak doa yang mengiringi kepergiannya menghadap Yang Mahakuasa. Subhanallah…
Suatu saat, kalo tiba waktuku untuk kembali kepada Sang Khalik, aku juga ingin seperti Taufik. Bukan…bukan dengan kematian kematian tragis tentunya. Nggak juga harus diberitakan di media masaa (emang aku siapa gitu???). Aku hanya ingin pergi dengan untaian doa yang mengiringi. So sweet….

2 Comments:
huhuhuhu.. aku jadi terharuuu
kalo itu terwujud Ndah, mungkin itulah kebahagiaan yang sebenar-benarnya bagi kita. amiiinnn
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home